short wafe diathermy

 MAKALAH

SHORT WAVE DIARTHERMY 



Perbedaan SWD dan MWD

. SHORTWAVE DIATHERMY (SWD) Terapi panas penentrasi dalam dengan menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi 27,12 MHz, panjang gelombang 11 m. • MICROWAVE DIATHERMY (MWD) merupakan suatu alat sebagai pengobatan yang menggunakan stessor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak-balik ber-frekuensi 2450 MHz dengan panjang gelombang 12,25 cm.

FUNGSI

• Berfungsi untuk memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang pendek, sehingga peredaran darah menjadi lancar. • Tujuan pemberian SWD adalah untuk memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak, mempercepat penyembuhan radang. Short Wave Diathermy yang digunakan dalam pengobatan mempunyai 2 arus yaitu 1.Arus Continuos SWD. 2.Pulsed SWD.

Indikasi 

Kondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma (trauma pd musculoskeletal), adanya keluhan nyeri pd sistem musculoskeletal (kodisi ketegangan, pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak), persiapan suatu latihan/senam (untuk gangguan pada sistem peredarah darah). 

• Nyeri : Penghilang nyeri menggunakan ShortWave diatermi berguna pada pengobatan traumatic dan kondisi rematik yang mempengaruhi bagian permukaan dari otot, ligament dan sendi kecil bagian permukaan. Penghilang nyeri juga dipengaruhi oleh hilangnya kekakuan otot 

• Keram Otot : Dapat di kurangi secara langsung menggunakan SWD atau dapat berkurang karena hilangnya nyeri. 

• Penyembuhan Luka : Untuk memicu penyembuhan luka dari luka terbuka, dan meningkatkan dari sirkulasi pembuluh darah kulit. Apabila ateriol ataupun capiler tidak dapat meningkat secara signifikan maka pemanasan dapat diberikan pada bagian proximal luka yang masih baik aliran darahnya /•infeksi: Pengobatan SWD dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan akibat infeksi dengan meningkatkan aliran darah pada daerah yang terkena infeksi. Ini akan meningkatkan sel darah putih dan antibody untuk melawan organism infeksi

 • F ibrosis : Pemanasan telah terbukti dapat memperbaiki kelenturan jaringan yang mengalami fïibrosis, seperti pada tendon, kapsul sendi.

Kontraindikasi SWD

• Keganasan, contoh: kanker, tumor ganas,

 • Kehamilan, karena dapat berpengaruh terhadap janinnya 

• Pendarahan, contoh: pasien wanita yang menerima perawatan di punggung bawah atau daerah panggul dapat mengalami peningkatan aliran menstruasi, 

• Gangguan sensibilitas, karena dapat menyebabkan luka bakar pada area yang diterapi akibat efek panas yang dihasilkan dari SWD. 

• Adanya logam/ metal di dalam tubuh, contoh pemasangan internal fixation (screw end plate) pada pasien pasca fraktur • Pace Maker (alat pacu jantung)

Penempatan/susunan elektroda 

• Kontraplanar:paling baik, penentrasi panas kejaringan lebih dalam, dipermukaan berlawanan dengan bagian terapi. 

• Koplanar : elektroda berdampingan disisi sama dgn jarak elektroda adequat, pemanasan superficial, jarak antara ke2 elektroda >> lebar dari pada elektroda, 

• Cross fire treatment : %/2 terapi diberikan dgn elektroda 1 posisi, 1 terapi diberikan elektroda posisi lain, pemanasan jaringan dlm seperti untuk organ pelvis 

• Monoplanar: elektroda aktif diatas satu lesi, bila yang dituju local & dangkal.

Pemeliharaan pesawat

A. Ambil pesawat dari penyimpanan. 

B. Periksa kabel sumber daya apakah dalam keadaan siap pakai. 

C.Atur posisi Elektrode supaya dalam keadaan siap pakai. 

D.Periksa sumber daya listrik yang tersedia dan harus sesuai dengan kebutuhan pesawat. E.Jangan menggunak an pesawat pada saat tegangan tidak sesuai dengan kebutuhan pesawat.

F.Kemudian hidupkan pesawat dengan power switch pada posisi On. G.Biarkan pesawat hidup selama + 1 menit untuk pemanasan pesawat. H.Persiapkan pasien yang akan diterapi. 

I. Periksa pasien dengan teliti sehingga tidak ada unsur logam yang dipakai pasien. 

J. Bagian yang diterapi harus bebas dari luka atau basah. 

K. Pilih dan pasang elektrode sesuai dengan obyek yang akan diterapi. L. Aturlah waktu therapi sesuai dengan kebutuhan. M. aturlah besar intensitas panas output sampai pasien merasakan hangat. N. Setelah proses terhapi selesai, matikanlah pesawat dengan menekan power switch pada posisi OFF.

Pemeliharaan

A. Setelah selesai menggunakan pesa wat putarlah parameter pada posisi minimum 

B. Lepaskan kabel sumber daya dari pesawat dan simpanlah pada tempatnya. 

C. Aturlah poisisi tangkai elektrode

D. Lepaskan Elektrode yang jarang dipakai. 

E. Bersihkan pesawat dari debu dan bekas -bekas telapak tanagan yang mengandung keringat.

F. Perbaikilah pesawat dari kerusakankerusakan ringan.


DIBUAT OLEH RAHMADI FARREL DAN TAISIRUL FADLI MAHASISWA DIPLOMA III TEKNOLOGI ELEKTROMEDIK POLTEKKES KEMENKES JAKARTA 2, JAKARTA


Komentar

  1. Bagus dan sangat mudah di mengerti tentang penjelasan nya

    BalasHapus
  2. Sangat membantu dan bermanfaat

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas artikel yang sangat informatif ini. Konten yang disampaikan jelas dan mudah dipahami, memberikan wawasan baru yang bermanfaat.

    BalasHapus
  4. Saya mendapatkan ilmu dari artikel ini terimakasih 🙏

    BalasHapus
  5. thank you ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. Informasi yang sangat bagus, terima kasih

    BalasHapus
  7. artikelnya sangat keren 👍🏻

    BalasHapus
  8. materi yang bagus dan informatif

    BalasHapus

Posting Komentar